Media Sosial Sebagai Ruang Ekspresi Bahasa Dan Dampaknya Terhadap Kemampuan Menulis
Keywords:
Media Sosial, Ekspresi Bahasa, Kemampuan Menulis, Bahasa Informal, Literasi DigitalAbstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah media sosial menjadi ruang ekspresi bahasa utama bagi generasi muda. Fenomena ini memicu pergeseran struktur kebahasaan melalui penggunaan slang, singkatan, dan pencampuran bahasa (code-mixing) secara masif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik ekspresi bahasa di media sosial dan mengidentifikasi dampaknya terhadap kemampuan menulis formal mahasiswa/siswa. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi (content analysis), data diambil dari aktivitas tekstual pengguna di platform digital serta hasil tes menulis formal responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun media sosial meningkatkan kreativitas dan kelancaran berekspresi secara tertulis, terdapat dampak negatif yang signifikan terhadap kemampuan menulis formal. Dampak tersebut meliputi penurunan kepatuhan terhadap ejaan yang disempurnakan (EYD), interferensi struktur bahasa informal ke dalam teks akademik, dan keterbatasan kosakata baku. Penelitian ini menyimpulkan perlunya integrasi literasi digital berbasis kebahasaan dalam kurikulum pendidikan formal untuk menjembatani jurang antara ekspresi kasual di media sosial dan standardisasi akademis.


