Penggunaan Tes Diagnostik Empat Tingkat Untuk Menganalisis Miskonsepsi Peserta Didik Pada Materi Fotosintesis Dan Respirasi Tumbuhan
Keywords:
Diagnostik Empat Tingkat, Miskonsepsi, Fotosintesis, Respirasi TumbuhanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang dialami oleh peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 3 Bolo pada materi fotosintesis dan respirasi tumbuhan. Miskonsepsi diidentifikasi menggunakan instrumen Four-Tier Diagnostic Test yang telah divalidasi dan terbukti reliabel. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik sampling jenuh, melibatkan 30 peserta didik sebagai subjek penelitian. Data diperoleh melalui observasi pembelajaran, tes diagnostik, wawancara semi-terstruktur, dan analisis perangkat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase peserta didik yang mengalami miskonsepsi adalah 18,5%, peserta didik yang tidak paham konsep 22,0%, yang paham konsep 14,0%, yang paham sebagian 40,0%, dan yang tidak dapat dikodekan 5,5%. Miskonsepsi paling sering terjadi pada konsep perbedaan antara fotosintesis dan respirasi, proses klorofil dalam fotosintesis, serta peran CO2 dan O2 dalam kedua proses tersebut. Faktor utama penyebab miskonsepsi berasal dari peserta didik (30%), diikuti oleh guru (15%), metode mengajar (7%), dan buku teks (8%). Penelitian ini menyarankan penggunaan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual, serta pemanfaatan instrumen diagnostik secara berkala untuk mendeteksi dan mengatasi miskonsepsi. Hasil ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi guru untuk memperbaiki proses pembelajaran biologi di kelas.


